Menatap Musim Baru: PSM Makassar Memulai Proyek Kebangkitan Bersama Darije Kalezic

MAKASSAR FOOTBALL — Musim baru belum dimulai, tetapi perubahan sudah terasa di tubuh PSM Makassar.

Setelah menjalani musim 2025/2026 yang jauh dari ekspektasi dan mengakhiri kompetisi di posisi ke-15, Juku Eja memasuki periode persiapan 2026/2027 dengan satu pekerjaan besar: membangun kembali tim yang mampu bersaing. Perubahan paling signifikan datang dari kursi pelatih. Manajemen memilih membawa pulang sosok yang tidak asing bagi publik sepak bola Makassar: Darije Kalezic.

Pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut kembali setelah sebelumnya menangani PSM pada 2019. Periode pertamanya meninggalkan memori tersendiri setelah ia membawa Juku Eja menjuarai Piala Indonesia 2018/2019, trofi nasional pertama PSM setelah penantian panjang. Namun kali ini situasinya berbeda. Darije datang bukan untuk melanjutkan tim yang sedang berada di atas, melainkan mencoba mengangkat kembali PSM setelah musim yang sulit.

Darije dan Proyek Tiga Tahun PSM

Kembalinya Darije tampaknya bukan sekadar solusi jangka pendek. Manajemen PSM memberikan kontrak tiga tahun hingga 2029. Manajer PSM Muhammad Nur Fajrin menyebut durasi tersebut sebagai bagian dari proyek jangka panjang klub. Keputusan tersebut menarik karena memberikan indikasi bahwa pembangunan PSM tidak semata-mata diarahkan kepada hasil satu musim. Darije sendiri melihat kondisi PSM sebagai tantangan. Ia mengakui performa musim sebelumnya menurun drastis dan menyatakan keterikatannya dengan atmosfer sepak bola Makassar menjadi salah satu alasan untuk kembali. Dengan kata lain, musim 2026/2027 bisa menjadi tahun pertama sebuah rebuilding project, bukan sekadar pergantian pelatih.

Kalegowa Menjadi Titik Awal

Proses tersebut mulai terlihat ketika PSM kembali ke lapangan. Sesi awal pramusim digelar di Stadion Kalegowa, Kabupaten Gowa, pada 16 Juli 2026. Sebanyak 16 pemain hadir dalam sesi tersebut, sementara program latihan resmi kemudian dimulai pada 20 Juli. Komposisi skuad sendiri belum sepenuhnya final. Salah satu wajah baru yang langsung menarik perhatian adalah bek Serbia Nenad Lalic. Ia bergabung dalam latihan bersama sejumlah pemain asing yang sudah berada dalam kerangka tim, termasuk Luca Cumic, Dusan Lagator dan Aloisio Neto. Pada sesi berikutnya, nama seperti Agung Mannan dan Nurhidayat juga terlihat bergabung dalam latihan PSM. Namun proses evaluasi pemain masih berlangsung sehingga kehadiran dalam latihan belum selalu berarti menjadi bagian final skuad musim depan. Hal ini menunjukkan satu hal: Darije masih menyusun puzzle-nya.

Regenerasi Kembali Mendapat Tempat

Ada satu perkembangan lain yang patut diperhatikan: pemain akademi. Enam pemain akademi dilaporkan mendapat kesempatan mengikuti latihan bersama tim senior. Langkah tersebut sejalan dengan keinginan Darije untuk kembali memberi ruang bagi perkembangan pemain muda di PSM. Ini bukan sesuatu yang asing dalam identitas Juku Eja. Dalam beberapa musim terakhir, PSM memiliki rekam jejak memberi jalan kepada pemain muda untuk berkembang di level tertinggi. Karena itu, keterlibatan pemain akademi selama pramusim menjadi salah satu bagian menarik untuk diikuti.

Bagi Darije, tantangannya bukan hanya menemukan pemain muda berbakat, melainkan menciptakan jalur yang memungkinkan mereka berkembang menjadi pemain penting tim utama. Jika pendekatan tersebut benar-benar menjadi bagian proyek tiga tahunnya, regenerasi bisa menjadi salah satu fondasi PSM baru.

Staf Baru, Fondasi Baru

Perubahan juga berlangsung di belakang layar. Darije dibantu enam staf kepelatihan, dengan komposisi tenaga lokal dan asing. Struktur tersebut dirancang untuk mendukung proses pembangunan tim sekaligus mengembalikan karakter permainan PSM. Salah satu nama yang bergabung adalah Iman Suherman, mantan pelatih kiper Persijap Jepara, yang kini menangani sektor penjaga gawang Juku Eja. Artinya PSM tidak hanya mengganti figur pelatih kepala. Ada upaya membangun ulang coaching structure di sekelilingnya.

Agustus Jadi Fase Penting

Persiapan PSM selanjutnya akan memasuki fase yang lebih serius. Tim merencanakan training camp di luar Makassar pada awal Agustus. Agenda tersebut merupakan bagian dari program tim pelatih untuk mematangkan persiapan sebelum kompetisi dimulai. TC akan menjadi periode penting bagi Darije. Di sanalah kondisi fisik pemain, pemahaman taktik, chemistry antarpemain hingga kerangka starting XI mulai bisa dibentuk dengan lebih intens. Dan waktu yang tersedia tidak terlalu panjang. Kompetisi musim baru direncanakan mulai bergulir pada awal September 2026. PSM praktis memiliki periode akhir Juli hingga Agustus untuk mengubah kumpulan pemain menjadi sebuah tim.

Belum Selesai di Bursa Transfer

Skuad yang terlihat sekarang juga belum bisa dianggap sebagai bentuk akhir PSM 2026/2027. Manajemen masih bergerak dan Darije masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah pemain. Bahkan per 25 Juli, proses penilaian terhadap pemain baru masih berlangsung. Di sinilah beberapa pekan ke depan akan menjadi menarik. Bukan hanya soal siapa yang datang, tetapi posisi apa yang dianggap Darije masih membutuhkan peningkatan.

PSM telah melepas sejumlah pemain dari skuad musim lalu, termasuk Syahrul Lasinari, Reza Arya Pratama, Ricky Pratama dan Alex Tanque setelah kontrak mereka berakhir dan tidak diperpanjang. Perubahan komposisi tersebut membuka ruang bagi wajah baru sekaligus memberikan Darije kesempatan membangun tim yang lebih sesuai dengan idenya.

Lebih dari Sekadar Musim Baru

Pada akhirnya, persiapan PSM kali ini terasa berbeda. Ada pelatih lama yang kembali. Ada proyek tiga tahun. Ada pemain baru. Ada pemain akademi yang mulai diberikan kesempatan. Ada struktur kepelatihan baru dan masih ada proses pembentukan skuad. Namun semua itu baru fondasi. Setelah finis di papan bawah musim lalu, ekspektasi terbesar mungkin bukan langsung berbicara tentang gelar. Hal pertama yang perlu dikembalikan adalah identitas dan daya saing PSM. Darije pernah meninggalkan Makassar dengan sebuah trofi. Tujuh tahun kemudian, ia kembali dengan pekerjaan yang berbeda: membangun lagi sebuah tim yang sedang mencari bentuk terbaiknya. Musim 2026/2027 akan menjadi ujian pertama proyek tersebut. Dan dari Kalegowa, perjalanan itu sudah dimulai.

Sumber utama

ANTARA — Darije Kalezic kembali jadi pelatih PSM Makassar · detikSulsel — Staf kepelatihan PSM era Darije · Celebesmedia — Rencana TC PSM pada Agustus · IDN Times Sulsel — Alasan Darije kembali ke PSM · Fajar — Evaluasi pemain baru PSM

Related articles

Comments

Share article

Latest articles