MAKASSARFOOTBALL – PSM Makassar harus mengawali Super League 2026/2027 dengan kekalahan 1-3 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Menariknya, Juku Eja sempat tampil efektif pada babak pertama dan menutup 45 menit awal dengan keunggulan 1-0 melalui Kodai Tanaka, meski Persib lebih dominan dalam penguasaan bola.
Pertandingan berubah drastis setelah jeda. Persib melakukan adjustment taktik dengan mengubah pendekatan permainan menjadi lebih direct dan memperbaiki jarak antarlini. Hasilnya, dua gol cepat tercipta hanya dalam tiga menit melalui Patricio Matricardi dan Balsa Sekulić, sebelum Uilliam Barros memastikan kemenangan Persib pada menit ke-81.
Dari sisi strategi, kekalahan PSM bukan semata karena tidak mampu mengimbangi dominasi Persib. Game plan Juku Eja justru berjalan cukup efektif ketika mereka bisa bermain reaktif dan mengandalkan transisi. Persoalan muncul ketika Persib berhasil menemukan solusi dan PSM dipaksa keluar dari pendekatan awal setelah tertinggal.
Dengan penguasaan bola dan jumlah peluang yang lebih tinggi, Persib akhirnya mampu mengubah dominasi menjadi kemenangan. Sementara bagi PSM, laga ini menjadi evaluasi penting mengenai bagaimana mempertahankan kontrol pertandingan ketika lawan mulai melakukan perubahan taktik. Sorotan tersebut tentu menjadi bagian dari evaluasi PSM untuk match selanjutnya.
Setelah pertandingan, Darije juga menyoroti kondisi rumput Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Pelatih asal Bosnia tersebut mempertanyakan keputusan yang membuat PSM tidak dapat melakukan sesi latihan resmi di stadion sehari sebelum pertandingan dan menilai tim tamu seharusnya mendapatkan kesempatan untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan.
