MAKASSAR FOOTBALL — Sebagai seorang suporter tentu kita ingin setiap laga yang dimainkan tim kebanggaan kita wajib berakhir dengan kemenangan. Tidak hanya kita, pemain, official dan seluruh jajaran manajemen hingga panpel pun menginginkan hal tersebut. Jangan pula kita melupakan suporter tim lain, yang keinginannya tentu sama dengan keinginan kita.
Beberapa saat setelah PSM Makassar menelan kekalahan, tentu menjadi momen yang sangat menyebalkan. Ini ibarat menjadi hari yang buruk. Padahal harapannya kita bisa meluapkan kegembiraan lewat kemenangan, nyatanya berakhir memuakkan. Kita menyambut matchday itu dengan riang gembira, lalu berakhir patah hati dengan hasil yang tak sesuai harapan.
Kadang saya membayangkan, bahwa pemain yang berjuang di lapangan dan seluruh yang terlibat di dalam tim juga merasakan apa yang saya rasakan, kecewa. Kiper yang tak bisa menepis tendangan, striker yang tak nmampu mencetak gol, bek yang tak siap halau serangan lawan, kemudian pelatih yang taktik dan strateginya tak berjalan sesuai rencana. Kita dan “Mereka” pasti sama-sama kecewa.
Kadang dibalik kekalahan, sebagian dari kita ada yang mencaci maki pemain, pelatih bahkan menyerang personal orang-orang tertentu. Ada juga yang menyerang sosial media pemain dengan bahasa yang tak elok. Ada juga yang sebaliknya, mendongkrak semangat pemain untuk menguatkan mental pemain.
Kita harus sadar, caci maki tak selalu berujung baik. Hal ini justru perburuk situasi, pemain yang tenggelam akibat kekalahan malah justru semakin tenggelam.
Padahal pemain yang kita caci maki, mungkin saja menjadi pahlawan kemenangan di laga selanjutnya. Luapan emosi dan kekesalan itu harusnya bisa disampaikan dengan cara yang elok. Kita tak boleh lupa, kita juga orang pertama yang menyematkan label “Pahlawan” pada pemain yang tak kenal lelah berjuang demi lambang kebengaan di dada mereka. Ibaratkan saja sebuah perusahaan, perusahaan mana yang membenci karyawannya sendiri?
Objektiflah kawan, kita berikan pujian kepada mereka yang tak lelah dan sudah berjuang. Lalu kita kritik dengan cara yang elok dan tak berlebihan agar pemain mau lepas dari zona nyamanya.
Memulai dari diri kita masing-masing lalu mengingatkan satu sama lain.
